Setelah lebih dari satu dekade, Jérôme Lambert kembali ke Jaeger-LeCoultre, rumah pertama tempat ia memulai perjalanan karirnya di dunia horologi. Kembalinya Lambert bukan sekadar nostalgia, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan dan memperkuat identitas jenama yang dikenal sebagai “Watchmaker of Watchmakers”.
Lambert, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Jaeger-LeCoultre dari 2002 hingga 2013, telah meninggalkan jejak penting melalui pengembangan koleksi inovatif, fokus pada komplikasi tinggi, dan peningkatan pengakuan global. Kini, dengan pengalamannya memimpin Montblanc dan kemudian menjadi Group CEO Richemont, Lambert kembali untuk membawa Jaeger-LeCoultre memasuki babak baru.

Salah satu fokus utamanya adalah merespons tren global yang kembali menggemari jam tangan berukuran lebih kecil dan memperluas koleksi untuk wanita melalui lini seperti Duoplan. Lambert juga menekankan pentingnya menjadikan setiap jam tangan bukan hanya alat penunjuk waktu, tetapi juga karya seni yang menggabungkan mekanik dan keindahan.
Program The Collectibles, yang kini memasuki edisi keempat, menjadi salah satu upaya Jaeger-LeCoultre untuk merayakan warisan panjangnya. Melalui restorasi dan pelepasan kembali jam tangan bersejarah, jenama ini tidak hanya menjaga hubungan dengan masa lalu, tetapi juga menginspirasi kolektor masa kini.

Dengan fokus pada inovasi, perhatian pada detail, dan komitmen untuk menjaga DNA brand, Jérôme Lambert siap membawa Jaeger-LeCoultre menatap masa depan tanpa melupakan akar sejarah yang menjadikannya istimewa.
Ingin melihat keanggunan dan kerumitan Jaeger-LeCoultre secara langsung? Kunjungi butik The Time Place dan temukan koleksi yang merepresentasikan esensi “Watchmaker of Watchmakers”.

















